Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

FKM UMJ
Kampus

Dosen FKM UMJ Raih Gelar Doktor di UI, Perkuat Riset Manajemen Risiko Rumah Sakit

Dosen FKM UMJ meraih doktor di UI melalui penelitian manajemen risiko rumah sakit. Simak penelitian, manfaat, dan kaitannya dengan S2 Administrasi Rumah Sakit.

Dosen FKM UMJ Raih Gelar Doktor di UI, Perkuat Riset Manajemen Risiko Rumah Sakit

 

Dosen FKM UMJ Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia

Disertasi Bahas Manajemen Risiko Rumah Sakit dan Faktor Manusia

Mengapa Manajemen Risiko Penting bagi Rumah Sakit?

Capaian Dosen FKM UMJ Perkuat Pendidikan dan Riset

Manajemen Risiko Jadi Bagian Penting dalam Administrasi Rumah Sakit

Mendalami Administrasi Rumah Sakit di Jenjang S2

Kesimpulan

 

Dosen FKM UMJ, drg. Dihartawan, M.KKK., resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia melalui penelitian tentang manajemen risiko rumah sakit. Ia mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor UI pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

Disertasinya berjudul “Model Pengukuran Manajemen Risiko Rumah Sakit Terintegrasi Faktor Manusia Menuju Organisasi Keandalan Tinggi.” Penelitian tersebut membahas bagaimana faktor manusia dapat dimasukkan ke dalam sistem manajemen risiko rumah sakit untuk mendukung keselamatan pasien dan mutu layanan kesehatan. Capaian ini juga memperkuat peran dosen FKM UMJ dalam mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan layanan kesehatan.

Dosen FKM UMJ Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia

drg. Dihartawan, M.KKK., meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Universitas Indonesia. Sidang tersebut berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Ruang Promosi Doktor, Gedung G Lantai 1, FKM UI, Depok.

Dalam penelitian doktoralnya, drg. Dihartawan mengangkat persoalan manajemen risiko di rumah sakit. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan pendekatan yang dapat membantu organisasi pelayanan kesehatan menghadapi berbagai risiko dengan lebih baik.

Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. Besral, SKM., M.Sc. dan drg. Baiduri Widanarko, M.KKK., Ph.D. sebagai Kopromotor. Penelitian doktoral seorang dosen tidak hanya menjadi pencapaian akademik pribadi, tetapi juga dapat memperkaya bahan pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi.

Disertasi Bahas Manajemen Risiko Rumah Sakit dan Faktor Manusia

Penelitian drg. Dihartawan menawarkan model pengukuran manajemen risiko rumah sakit yang memasukkan faktor manusia atau human factors. Pendekatan ini digunakan untuk mendukung terbentuknya organisasi pelayanan kesehatan dengan tingkat keandalan tinggi atau High Reliability Organization (HRO).

Faktor manusia menjadi bagian penting karena pelayanan rumah sakit melibatkan banyak tenaga kesehatan dan proses kerja yang saling berhubungan. Cara seseorang bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga menjalankan prosedur dapat berkaitan dengan risiko dalam pelayanan.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap:

  • penguatan sistem keselamatan pasien;
  • pengelolaan risiko rumah sakit;
  • peningkatan mutu layanan kesehatan; serta
  • pengembangan ilmu kesehatan masyarakat.

Ketika rumah sakit ingin mengurangi risiko kesalahan pelayanan, yang diperhatikan bukan hanya aturan tertulis, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan menjalankan prosedur dalam kondisi kerja sebenarnya.

Mengapa Manajemen Risiko Penting bagi Rumah Sakit?

Manajemen risiko penting karena rumah sakit harus mampu mengenali dan mengendalikan berbagai potensi masalah yang dapat memengaruhi keselamatan pasien serta mutu pelayanan. Risiko dapat muncul dari proses pelayanan, sumber daya manusia, fasilitas, teknologi, maupun sistem kerja dalam organisasi.

Karena itu, pengelolaan rumah sakit membutuhkan kemampuan untuk:

  1. mengenali potensi risiko;
  2. menilai kemungkinan dan dampaknya;
  3. menentukan langkah pengendalian;
  4. mengevaluasi kejadian yang muncul; dan
  5. melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.

Pendekatan tersebut membuat manajemen risiko tidak hanya menjadi urusan satu bagian, tetapi menjadi bagian dari cara rumah sakit menjalankan pelayanan. Ketika terjadi kesalahan dalam proses pelayanan, evaluasi tidak hanya mencari siapa yang melakukan kesalahan. Rumah sakit juga perlu melihat apakah prosedur, komunikasi, beban kerja, dan sistem yang ada sudah mendukung pelayanan yang aman.

Capaian Dosen FKM UMJ Perkuat Pendidikan dan Riset

Gelar doktor yang diraih drg. Dihartawan turut memperkuat kapasitas akademik FKM UMJ dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bertambahnya dosen bergelar doktor di lingkungan fakultas diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas kerja sama penelitian.

Bagi mahasiswa, kehadiran dosen dengan pengalaman penelitian yang lebih mendalam juga dapat membuka ruang untuk mendapatkan pengetahuan dari hasil riset yang dilakukan secara langsung.

Hasil penelitian tentang manajemen risiko rumah sakit dapat menjadi bahan diskusi mahasiswa ketika mempelajari keselamatan pasien, mutu pelayanan, atau pengelolaan fasilitas kesehatan.

Manajemen Risiko Jadi Bagian Penting dalam Administrasi Rumah Sakit

Manajemen risiko memiliki kaitan erat dengan administrasi rumah sakit karena pengelolaan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi, tetapi juga mutu, keselamatan, sumber daya manusia, dan proses pelayanan.

Pengelola rumah sakit perlu memahami bagaimana setiap bagian dalam organisasi bekerja dan bagaimana risiko dapat memengaruhi pelayanan. Karena itu, kemampuan dalam manajemen risiko dapat menjadi salah satu bekal bagi mereka yang ingin berkarier di bidang administrasi rumah sakit.

Beberapa bidang yang saling berkaitan antara lain:

  • manajemen rumah sakit;
  • manajemen mutu pelayanan;
  • keselamatan pasien;
  • manajemen sumber daya manusia;
  • pengelolaan risiko; dan
  • perencanaan pelayanan kesehatan.

Seorang pengelola rumah sakit perlu mempertimbangkan kesiapan tenaga, prosedur kerja, fasilitas, dan sistem pelayanan ketika membuat kebijakan untuk mengurangi risiko keselamatan pasien.

Mendalami Administrasi Rumah Sakit di Jenjang S2

Bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan rumah sakit, S2 Administrasi Rumah Sakit bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Di program ini, mahasiswa mempelajari pengelolaan rumah sakit, mulai dari manajemen pelayanan, mutu, sumber daya manusia, hingga keselamatan pasien.

Kuliah S2 juga dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan penelitian. Topik seperti manajemen risiko rumah sakit yang diteliti drg. Dihartawan menunjukkan bahwa masih banyak hal dalam pengelolaan rumah sakit yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Program S2 Administrasi Rumah Sakit dapat menjadi pilihan bagi:

  • tenaga kesehatan yang ingin mengembangkan kemampuan manajerial;
  • profesional yang bekerja di rumah sakit;
  • pengelola fasilitas pelayanan kesehatan;
  • lulusan bidang kesehatan yang ingin melanjutkan studi; atau
  • siapa saja yang ingin berkarier di bidang manajemen dan administrasi rumah sakit.

Kesimpulan

Dosen FKM UMJ, drg. Dihartawan, M.KKK., berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia melalui penelitian mengenai manajemen risiko rumah sakit yang mengintegrasikan faktor manusia. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga memperkuat penelitian dan pembelajaran FKM UMJ dalam bidang kesehatan masyarakat.

Jika kamu tertarik mengembangkan karier di bidang pengelolaan rumah sakit, Komunitas Kuliah dapat membantu menemukan informasi mengenai pilihan pendidikan lanjutan, termasuk program S2 Administrasi Rumah Sakit. Informasi mengenai program studi, sistem kuliah, dan pilihan kampus yang sesuai dengan rencana kariermu melalui website fkm.umj-jakarta.id dan jangan lupa ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kuliah dan pengembangan karier. 

Sumber referensi: 

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta. (2026, 12 Juli). Dosen FKM UMJ Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia, Perkuat Komitmen Pengembangan Manajemen Risiko Rumah Sakit. FKM UMJ. Baca sumber asli.